“Kalau sudah begini, bagi yang punya kerbau silahkan bawa ke Murjani. Karena lapangan ini seperti kubangan kerbau,” keluhnya saat melihat langsung rusaknya lapak sepakbola Murjani, Jumat (31/5) pagi.
Bukan itu saja, Rustam juga menyesalkan banyaknya fasilitas publik yang dikorban tak sebanding dengan manfaat kedatangan Wakil Presiden Boediono ke Kota Idaman Banjarbaru. Sebab katanya, tak ada yang dilakukan Wapres selain berpidato dan meninjau stand pameran. Semua itu tak lebih dari kunjungan seremoni semata.
Padahal katanya, banyak harapan Pemerintah Daerah dengan kedatangan Wapres bisa meresmikan beberapa proyek provinsi. “Proyek provinsi saja di tolak, kegiatan gotong royong yang sudah disiapkan di Landasan Ulin juga luput,” ujarnya.
Rustam berharap Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan segera memberi perhatian dan meminta pihak penyelenggara yakni Event Organizer bertanggungjawab atas kerusakan utilitas lapangan sepakbola.
Sebab menurutnya, kerusakan tersebut tidak mungkin terjadi jika EO benar-benar memperhatikan dampak puluhan ton truk melintasi lapangan sepakbola.
“Kalau saja truk puluhan ton itu cukup diaspal dipinggir Murjani tidak akan terjadi seperti ini. Padahal kan dekat saja dari pinggir Murjani untuk membawa barang seberat apapun masih bisa tanpa harus merusak lapangan,” ungkapnya.
Belum lagi median jalan sepanjang 14 meter di depan kediaman dinas Walikota Banjarbaru juga ikut dibongkar. Secara prinsip katanya, dirinya tidak pernah menyetujui pembongkaran median jalan yang sudah diperbaiki sedemikian rupa oleh Pemerintah Kota Banjarbaru.
“Pembongkaran itu tidak menelan sedikit uang. Kalau saya hitung membongkar dan mengembalikan median jalan sepanjang 14 meter itu tidak kurang Rp25 juta habisnya,” ujarnya.
Walikota Banjarbaru, Drs HM Ruzaidin Noor saat dimintai komentarnya kepada Radar Banjarmasin mengatakan, pihaknya akan segera memperbaiki kerusakan yang terjadi pasca kegiatan bulan Bhakti Gotong Royong.
Menurutnya, pemerintah tidak akan menuntut Pemrov Kalsel maupun pihak lain untuk memperbaiki fasilitas tersebut. “Kita melihatnya dari sisi positifnya saja. Pak Wapres sudah mau singgah di Balaikota saja sudah syukur, karena di daerah lain tidak pernah terjadi. Dan hotel-hotel di daerah kita juga penuh, dampak ekonominya juga ada,” ujarnya. [*]








